Keberadaan Rumah Kuno Berakar Budaya Tionghoa dan Islam di Blora

Keberadaan Rumah Kuno Berakar Budaya Tionghoa dan Islam di Blora. Foto: Manda

KabarastaDi tengah hiruk-pikuk Kota Blora, Jawa Tengah, berdiri sebuah rumah kuno yang menarik perhatian. Terletak di Jalan Arumdalu, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, bangunan ini memiliki tampilan yang menyerupai klenteng, lengkap dengan lampion dan ukiran khas Tionghoa.

Namun, saat melangkah masuk, pengunjung akan tertegun oleh kehadiran kalimat syahadat dalam tulisan Arab yang terpampang di atas pintu utama: “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah.”

Perpaduan ornamen Tionghoa dan simbol Islam menjadikan rumah ini daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang melintas. Begitu memasuki ruangan, nuansa Tionghoa semakin menguat, terlihat dari detail arsitektur, palet warna, serta ukiran kayu yang menghiasi interior.

Pemilik rumah, Haji Tieksun, menjelaskan bahwa bangunan ini telah berdiri sekitar 200 tahun lalu. Ia menyatakan bahwa rumah ini telah dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa yang memeluk Islam sejak lama.

“Dulu pemiliknya juga Cina Muslim. Sekarang saya juga Cina Muslim,” ungkap Tieksun saat ditemui pada Jumat, (27/2). 

Haji Tieksun juga mengungkapkan bahwa pemerintah pernah mengusulkan agar rumah ini dijadikan cagar budaya. Namun, ia lebih memilih untuk merawatnya secara pribadi. 

“Bukan tidak mau, tapi saya ingin merawat sendiri. Rumah ini juga dipakai untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi bangunan tetap terjaga dengan baik. Struktur atap dan tiang kayu penyangga masih kokoh meski telah berusia dua abad. Rumah tersebut juga sering digunakan untuk berbagai pertemuan organisasi dan kegiatan sosial masyarakat.

Lurah Mlangsen, Evi Kartikasari, mengaku kagum dengan keberadaan rumah tersebut. Menurutnya, bangunan itu menjadi simbol nyata kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Blora. 

“Ini bukti bahwa perbedaan budaya dan keyakinan bisa berdampingan dengan harmonis. Ornamen Tionghoa berpadu dengan simbol Islam dalam satu bangunan,” ujarnya.

(Men/Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama