BPJS Kesehatan Goes to Campus, Bekali Mahasiswa Keperawatan Pemahaman Program JKN. Foto: Istimewa
Kabarasta – BPJS Kesehatan Cabang Pati terus memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora pada Kamis (18/06) dengan peserta sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester IV yang mengikuti perkuliahan khusus terkait Program JKN.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, sebagai narasumber utama. Kehadiran BPJS Kesehatan di lingkungan kampus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sistem jaminan kesehatan nasional kepada calon tenaga kesehatan yang nantinya akan berperan langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam paparannya, Nuzuludin menjelaskan bahwa Program JKN merupakan implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dijalankan oleh BPJS Kesehatan sebagai Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Ia juga memperkenalkan tata nilai INISIATIF yang menjadi pedoman seluruh insan BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menjalankan tata nilai INISIATIF yang terdiri dari Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan dan keberlangsungan Program JKN,” ujar Nuzuludin.
Lebih lanjut, Nuzuludin memaparkan bahwa penyelenggaraan JKN ditopang oleh tiga pilar utama asuransi kesehatan sosial, yaitu pengumpulan pendapatan, penggabungan risiko, dan pembelian strategis. Menurutnya, ketiga pilar tersebut menjadi kunci dalam memastikan program tetap berkelanjutan sekaligus mampu memberikan manfaat pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh peserta.
“Melalui prinsip gotong royong, risiko kesehatan ditanggung bersama sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Inilah yang menjadi kekuatan utama Program JKN sebagai sistem perlindungan kesehatan nasional,” jelasnya.
Nuzuludin juga menyampaikan berbagai capaian Program JKN yang hingga akhir tahun 2025 telah mencakup 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia. Selain itu, ia menjelaskan berbagai transformasi mutu layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan, mulai dari pemanfaatan KTP sebagai identitas berobat, antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN, hingga pengembangan berbagai kanal layanan digital yang semakin memudahkan peserta.
“Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan perlu memahami Program JKN secara utuh karena nantinya akan berinteraksi langsung dengan peserta dalam proses pelayanan kesehatan. Pemahaman yang baik akan membantu memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung keberhasilan penyelenggaraan Program JKN,” tambah Nuzuludin.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Keperawatan Blora, Sutarmi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan sebagai pengisi materi perkuliahan memberikan wawasan yang sangat relevan dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem jaminan Kesehatan yang besar di Indonesia bahkan Dunia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan dunia kerja yang nantinya akan mereka hadapi setelah lulus,” ujar Sutarmi.
Ia menilai bahwa profesi perawat merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan Program JKN. Oleh karena itu, pemahaman mengenai mekanisme, manfaat, dan pelayanan dalam Program JKN perlu diperkenalkan sejak masa perkuliahan agar mahasiswa memiliki bekal yang memadai.
“Perawat akan banyak berinteraksi dengan peserta JKN dan berkontribusi langsung dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berharap seluruh mahasiswa mengikuti perkuliahan ini dengan serius karena ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang akan mereka layani di masa depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, mahasiswa dapat semakin memahami peran strategis Program JKN dalam sistem kesehatan nasional. Selain menjadi calon tenaga kesehatan yang kompeten, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang turut menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Program JKN kepada masyarakat.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar