Unjuk Rasa Petani Tebu Blora. Foto: Manda
Dalam aksi kali ini petani turut menumpahkan ribuan tebu di pintu masuk pabrik. Ratusan aparat kepolisian diterjunkan untuk mengawal aksi ini.
Koordinator aksi Exi Wijaya, mengatakan aksi ini sebagai bentuk kekesalan petani terhadap bulog yang tak kunjung menyerap tebu petani. Padahal sebelumnya Dirut Bulog telah berjanji untuk menyerap tebu petani pada bulan mei.
" Intinya kami butuh kepastian kapan tebu-tebu ini diserap. Bukan hanya janji-janji tapi tidak ada kepastian. Kalau mau dijual ke PG-PG lain silahkan saja tapi siapa yang nanggung ongkos muatnya,' jelas Exi dalam orasinya.
Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tertib.
“Aksi ini adalah aksi damai. Kami tidak melawan pemerintah, Polisi dan Bulog. Tapi yang kami lawan adalah kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil," tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PG GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan berbagai langkah koordinasi dan pendampingan guna membantu proses penyaluran tebu petani ke pabrik gula lain yang memungkinkan menerima tebu petani.
“Kami sudah membentuk tim untuk melakukan pendataan dan koordinasi penyaluran ke beberapa wilayah yang memungkinkan untuk membantu penyerapan tebu petani,” ujar Sri Emilia usai berdialog dengan peserta aksi.
Pihak GMM juga menegaskan bahwa seluruh langkah tindak lanjut dilakukan melalui proses evaluasi dan mekanisme sesuai tata kelola BUMN yang berlaku.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar