PEM Akamigas Kukuhkan 207 Wisudawan, Serapan Lulusan Industri Capai Rekor 90 Persen. Foto: Manda
Kabarasta – Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengukuhkan 207 wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Grha Oktana PEM Akamigas dan dihadiri jajaran pimpinan Kementerian ESDM, pemerintah daerah mitra, pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pelaku industri energi nasional maupun multinasional.
Wisuda ke-55 ini meluluskan mahasiswa dari lima program studi strategis, yakni 28 lulusan Teknik Produksi Minyak dan Gas, 66 lulusan Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, 36 lulusan Teknik Mesin Kilang, 37 lulusan Teknik Instrumentasi Kilang, serta 40 lulusan Logistik Minyak dan Gas.
Lulusan tahun ini terdiri atas 150 mahasiswa jalur mandiri, 3 penerima beasiswa internal Kementerian ESDM, serta 54 mahasiswa penerima beasiswa kerja sama dengan pemerintah daerah dan industri. Beasiswa tersebut antara lain berasal dari PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (37 orang) serta PT PetroChina International Jabung Ltd (4 orang).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyampaikan apresiasi atas capaian PEM Akamigas dalam mencetak sumber daya manusia sektor energi yang unggul.
“Melalui visi Asta Cita, ketahanan dan kedaulatan energi nasional menjadi prioritas utama. Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Kementerian ESDM diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu sorotan utama dalam wisuda kali ini adalah meningkatnya daya saing lulusan di dunia kerja. Berdasarkan data tracer study dengan masa tunggu satu tahun, tingkat keterserapan lulusan di industri meningkat signifikan dalam empat tahun terakhir, dari 61 persen pada lulusan 2022 menjadi 66 persen pada 2023, meningkat menjadi 80 persen pada 2024, dan mencapai rekor tertinggi sebesar 90 persen pada lulusan 2025.
Tidak hanya itu, persentase lulusan yang telah direkrut perusahaan sebelum diwisuda (masa tunggu nol bulan) juga meningkat tajam menjadi 40 persen pada angkatan 2026, naik dari 27,1 persen pada tahun sebelumnya.
Para lulusan tersebut telah bergabung dengan berbagai perusahaan nasional dan multinasional, di antaranya Pertamina Group, PT Pertamina Patra Niaga, PT Trans-Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI), SLB Indonesia, PT Linde Indonesia, PT NESR Indonesia, dan PT Multi Karya Asia Pacific Raya.
Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil penguatan kurikulum pendidikan vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan program magang industri wajib selama enam bulan.
“Kepercayaan besar dari dunia industri membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang selaras dengan kebutuhan industri, serta sinergi erat dengan regulator, pemerintah daerah, dan dunia usaha mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Kami tidak hanya membentuk lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menghadapi tantangan transisi energi global,” ujar Erdila.
Pada wisuda ke-55 ini, sebanyak 85 lulusan berhasil meraih predikat Cum Laude. Penghargaan tertinggi, yakni predikat Vyatra Wisudatama, dianugerahkan kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto dari Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas dengan IPK 3,90. Ia juga telah diterima bekerja di PT Procter & Gamble Operations Indonesia.
Lulusan terbaik dari program studi lainnya yang telah terserap di dunia industri antara lain, Gilang Nurul Mutaqien (Teknik Mesin Kilang, IPK 3,60) di PT Multi Karya Asia Pacific Raya, Yardan Akbar Waliudin (Teknik Instrumentasi Kilang, IPK 3,75) di SLB Indonesia, Mohammad Dicky Sustiawan (Teknik Produksi Minyak dan Gas, IPK 3,78) di PT Arka Data Pratama; dan, Fanya Aulia Revalina (Logistik Minyak dan Gas, IPK 3,71) di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Selain keberhasilan akademik dan tingginya serapan lulusan di dunia kerja, civitas akademika PEM Akamigas juga menorehkan berbagai prestasi nasional maupun internasional sepanjang Tahun Akademik 2025/2026. Prestasi tersebut antara lain Juara 1 dan Juara 2 Oil Rig Design pada PETROLIDA 2026 di ITS, Juara 1 Youth National Science Fair (YNSF) 2026, Juara 1 Case Study Competition pada Annual Energy Symposium 2025 yang diselenggarakan SPE Java Indonesia, serta Juara 2 dan Juara 3 Oil Rig Design di ITB.
Peningkatan mutu institusi juga dibuktikan dengan diraihnya peringkat Akreditasi Unggul untuk seluruh Program Studi Sarjana Terapan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII) hingga akhir tahun 2025.
Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, antusiasme masyarakat terhadap PEM Akamigas terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif sebesar 20,36 persen, dari 1.282 menjadi 1.543 mahasiswa.
Untuk memperluas kontribusi di tingkat global sekaligus menjawab kebutuhan transisi energi hijau, PEM Akamigas mulai menerima mahasiswa internasional melalui skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari LDKPI. Selain itu, institusi ini juga tengah mempersiapkan pembukaan tiga program studi baru, yaitu D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.
Kabarasta – Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengukuhkan 207 wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Grha Oktana PEM Akamigas dan dihadiri jajaran pimpinan Kementerian ESDM, pemerintah daerah mitra, pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pelaku industri energi nasional maupun multinasional.
Wisuda ke-55 ini meluluskan mahasiswa dari lima program studi strategis, yakni 28 lulusan Teknik Produksi Minyak dan Gas, 66 lulusan Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, 36 lulusan Teknik Mesin Kilang, 37 lulusan Teknik Instrumentasi Kilang, serta 40 lulusan Logistik Minyak dan Gas.
Lulusan tahun ini terdiri atas 150 mahasiswa jalur mandiri, 3 penerima beasiswa internal Kementerian ESDM, serta 54 mahasiswa penerima beasiswa kerja sama dengan pemerintah daerah dan industri. Beasiswa tersebut antara lain berasal dari PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (37 orang) serta PT PetroChina International Jabung Ltd (4 orang).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyampaikan apresiasi atas capaian PEM Akamigas dalam mencetak sumber daya manusia sektor energi yang unggul.
“Melalui visi Asta Cita, ketahanan dan kedaulatan energi nasional menjadi prioritas utama. Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Kementerian ESDM diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu sorotan utama dalam wisuda kali ini adalah meningkatnya daya saing lulusan di dunia kerja. Berdasarkan data tracer study dengan masa tunggu satu tahun, tingkat keterserapan lulusan di industri meningkat signifikan dalam empat tahun terakhir, dari 61 persen pada lulusan 2022 menjadi 66 persen pada 2023, meningkat menjadi 80 persen pada 2024, dan mencapai rekor tertinggi sebesar 90 persen pada lulusan 2025.
Tidak hanya itu, persentase lulusan yang telah direkrut perusahaan sebelum diwisuda (masa tunggu nol bulan) juga meningkat tajam menjadi 40 persen pada angkatan 2026, naik dari 27,1 persen pada tahun sebelumnya.
Para lulusan tersebut telah bergabung dengan berbagai perusahaan nasional dan multinasional, di antaranya Pertamina Group, PT Pertamina Patra Niaga, PT Trans-Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI), SLB Indonesia, PT Linde Indonesia, PT NESR Indonesia, dan PT Multi Karya Asia Pacific Raya.
Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil penguatan kurikulum pendidikan vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan program magang industri wajib selama enam bulan.
“Kepercayaan besar dari dunia industri membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang selaras dengan kebutuhan industri, serta sinergi erat dengan regulator, pemerintah daerah, dan dunia usaha mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Kami tidak hanya membentuk lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menghadapi tantangan transisi energi global,” ujar Erdila.
Pada wisuda ke-55 ini, sebanyak 85 lulusan berhasil meraih predikat Cum Laude. Penghargaan tertinggi, yakni predikat Vyatra Wisudatama, dianugerahkan kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto dari Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas dengan IPK 3,90. Ia juga telah diterima bekerja di PT Procter & Gamble Operations Indonesia.
Lulusan terbaik dari program studi lainnya yang telah terserap di dunia industri antara lain, Gilang Nurul Mutaqien (Teknik Mesin Kilang, IPK 3,60) di PT Multi Karya Asia Pacific Raya, Yardan Akbar Waliudin (Teknik Instrumentasi Kilang, IPK 3,75) di SLB Indonesia, Mohammad Dicky Sustiawan (Teknik Produksi Minyak dan Gas, IPK 3,78) di PT Arka Data Pratama; dan, Fanya Aulia Revalina (Logistik Minyak dan Gas, IPK 3,71) di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Selain keberhasilan akademik dan tingginya serapan lulusan di dunia kerja, civitas akademika PEM Akamigas juga menorehkan berbagai prestasi nasional maupun internasional sepanjang Tahun Akademik 2025/2026. Prestasi tersebut antara lain Juara 1 dan Juara 2 Oil Rig Design pada PETROLIDA 2026 di ITS, Juara 1 Youth National Science Fair (YNSF) 2026, Juara 1 Case Study Competition pada Annual Energy Symposium 2025 yang diselenggarakan SPE Java Indonesia, serta Juara 2 dan Juara 3 Oil Rig Design di ITB.
Peningkatan mutu institusi juga dibuktikan dengan diraihnya peringkat Akreditasi Unggul untuk seluruh Program Studi Sarjana Terapan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII) hingga akhir tahun 2025.
Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, antusiasme masyarakat terhadap PEM Akamigas terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif sebesar 20,36 persen, dari 1.282 menjadi 1.543 mahasiswa.
Untuk memperluas kontribusi di tingkat global sekaligus menjawab kebutuhan transisi energi hijau, PEM Akamigas mulai menerima mahasiswa internasional melalui skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari LDKPI. Selain itu, institusi ini juga tengah mempersiapkan pembukaan tiga program studi baru, yaitu D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar