Tokoh Agama Jadi Mitra Strategis Sosialisasi JKN di Blora. Foto: Istimewa
Kabarasta — BPJS Kesehatan Cabang Pati terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional yang digelar di Kabupaten Blora pada Jumat (10/04). Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Aisyiyah, Fatayat NU, serta GP Ansor sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kepesertaan JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh agama menjadi langkah strategis dalam menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Ia menilai bahwa pendekatan melalui jalur keagamaan mampu membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar.
“Sinergi dengan tokoh agama sangat penting karena mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat dan mampu menyampaikan pesan secara efektif,” ujar Nuzuludin.
Ia menambahkan bahwa Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, pemahaman yang baik akan mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam menjaga status kepesertaan agar tetap aktif.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa JKN adalah kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu,” tambahnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blora, Muhammad Saifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait jaminan kesehatan. Ia menilai bahwa Program JKN selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang selama ini dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
“Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama dalam memberikan kepastian akses layanan kesehatan yang layak,” ungkap Saifuddin.
Ia juga menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk turut serta dalam menyosialisasikan program tersebut melalui berbagai forum yang dimiliki. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar manfaat JKN dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami siap ikut serta menyampaikan informasi ini melalui berbagai kegiatan keagamaan agar manfaatnya semakin luas dirasakan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Blora, M Yusuf Aksin Saqo, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Program JKN. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dapat mempercepat penyebarluasan informasi yang benar di tengah masyarakat.
“Peran pemuda sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kesadaran masyarakat,” kata Yusuf.
Ia menambahkan bahwa GP Ansor siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan mengedukasi masyarakat secara aktif. Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin kuat pula pemahaman masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan.
“Kami di GP Ansor siap menjadi bagian dari upaya ini agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan,” lanjutnya.
Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Blora, Imatul Imro'ah, menyampaikan bahwa edukasi terkait JKN perlu dilakukan secara berkelanjutan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai bahwa peran perempuan, khususnya ibu dalam keluarga, sangat penting dalam memastikan perlindungan kesehatan anggota keluarga.
“Edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat benar-benar memahami manfaat JKN,” ujar Imatul.
Ia juga menambahkan bahwa Fatayat NU siap membantu menyampaikan informasi tersebut melalui jaringan yang dimiliki. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas akan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kami siap membantu menyampaikan informasi ini kepada para ibu dan keluarga agar semakin banyak yang terlindungi,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga membagikan buku kumpulan khutbah Jumat bertema “Mensyukuri Nikmat (Jaminan Kesehatan Nasional)”. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para tokoh agama dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya jaminan kesehatan sebagai bagian dari hak dasar setiap individu, sehingga dapat memperkuat pemahaman masyarakat secara luas.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar