Kali Pertama Wayang Krucil Janjang Tampil di Pendopo Bupati Blora. Foto: Istimewa
Kabarasta — Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi atas untuk pertama kalinya pementasan wayang krucil asal Desa Janjang yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (11/4/2026). Pementasan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni tradisional khas Blora sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, Dinas Pendidikan, Kepala Desa Janjang beserta perangkat, perwakilan Dewan Kebudayaan, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blora, Forkopimcam Jiken, tokoh masyarakat Desa Janjang, serta pelajar dari tingkat SD dan SMP.
Wayang Krucil ditampilkan oleh dalang Mbah Lamto, seniman asli Desa Janjang, dengan membawakan lakon Raden Kusumo Jumeneng Noto. Kesenian ini merupakan bagian dari tradisi sedekah bumi atau manganan Desa Janjang dan berada di bawah naungan Paguyuban Seni Sabda Pawedar.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Ia juga mendorong Diknas dan Dinporabudpar Kabupaten Blora untuk mengenalkan Desa Janjang sebagai destinasi edukasi budaya kepada para pelajar.
“Nanti Anak-anak sekolah diajak ke Janjang, biar tau kekayaan budaya dan sejarah daerahnya. Desa Janjang memiliki nilai penting, tidak hanya dari sisi kesenian, tetapi juga sejarah tokoh-tokoh Blora seperti Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara,” ujar Bupati.
Menurutnya, kunjungan edukatif ke kawasan makam Janjang dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah sekaligus upaya nguri-uri budaya Jawa di kalangan generasi muda. Ia menambahkan, selain makam para bupati terdahulu, makam Janjang juga menjadi salah satu tujuan ziarah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora.
Bupati juga menyoroti peningkatan infrastruktur menuju Desa Janjang. Jika sebelumnya perjalanan menuju lokasi memakan waktu berjam-jam, kini akses jalan yang semakin baik memungkinkan perjalanan ditempuh kurang dari satu jam.
Pementasan wayang krucil ini, lanjutnya, juga merupakan wujud pemenuhan nazar yang pernah diucapkan sebelumnya, sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian seni tradisional.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar