Demo Petani Tebu, Bulog Komitmen Dukung Kesejahteraan Petani Tebu di Blora. Foto: Manda
Kabarasta- Ribuan petani tebu di Blora Jawa tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah dinas Bupati, Kamis (2/4). Mereka datang dengan menggunakan ratusan truk lengkap dengan sejumlah banner dan sound system.
Dalam orasinya, massa menuntut agar Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) segera beroperasi. Massa juga meminta agar Bulog segera melakukan perbaikan mesin broiler yang menjadi biang kerok berhentinya operasional pabrik.
"Kami menuntut PT GMM bisa giling tebu tahun 2026 ini. Kami juga meminta Bulog untuk melakukan perombakan manajemen PT GMM yang tidak profesional. Selain itu kami juga meminta Bulog bertanggung jawab untuk segera melakukan perbaikan mesin. Kalau memang tidak bisa, dijual saja GMM ke pihak swasta," ungkap Sunoto koordinator aksi.
Dirinya berharap, dengan aksi tersebut, aspirasi petani tebu didengar dan tersampaikan oleh Direktur Utama Bulog dan juga Presiden RI.
"Tujuan kita tidak lain adalah agar apa yang kita sampaikan hari ini Bapak Dirut mendengar dan untuk merealisasikan, betul? Dan yang kedua, Bapak Presiden biar mendengar keluhan rakyatnya," jelas dia.
Sementara itu, Terpisah Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora melalui langkah konkret membantu penyaluran hasil panen tebu masyarakat ke pabrik gula (PG) milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bulog dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal oleh industri pengolahan gula dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bulog siap berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan petani dengan kapasitas industri gula nasional.
“Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.
Komitmen ini juga menjadi respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi oleh sebagian petani tebu di Blora. Bulog memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian bersama untuk memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar semakin berpihak kepada petani.
Bulog menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, PTPN, dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang, sekaligus menunjukkan kehadiran nyata negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesejahteraan petani.
(Men/Redaksi)
Kabarasta- Ribuan petani tebu di Blora Jawa tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah dinas Bupati, Kamis (2/4). Mereka datang dengan menggunakan ratusan truk lengkap dengan sejumlah banner dan sound system.
Dalam orasinya, massa menuntut agar Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) segera beroperasi. Massa juga meminta agar Bulog segera melakukan perbaikan mesin broiler yang menjadi biang kerok berhentinya operasional pabrik.
"Kami menuntut PT GMM bisa giling tebu tahun 2026 ini. Kami juga meminta Bulog untuk melakukan perombakan manajemen PT GMM yang tidak profesional. Selain itu kami juga meminta Bulog bertanggung jawab untuk segera melakukan perbaikan mesin. Kalau memang tidak bisa, dijual saja GMM ke pihak swasta," ungkap Sunoto koordinator aksi.
Dirinya berharap, dengan aksi tersebut, aspirasi petani tebu didengar dan tersampaikan oleh Direktur Utama Bulog dan juga Presiden RI.
"Tujuan kita tidak lain adalah agar apa yang kita sampaikan hari ini Bapak Dirut mendengar dan untuk merealisasikan, betul? Dan yang kedua, Bapak Presiden biar mendengar keluhan rakyatnya," jelas dia.
Sementara itu, Terpisah Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora melalui langkah konkret membantu penyaluran hasil panen tebu masyarakat ke pabrik gula (PG) milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bulog dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal oleh industri pengolahan gula dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bulog siap berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan petani dengan kapasitas industri gula nasional.
“Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.
Komitmen ini juga menjadi respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi oleh sebagian petani tebu di Blora. Bulog memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian bersama untuk memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar semakin berpihak kepada petani.
Bulog menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, PTPN, dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang, sekaligus menunjukkan kehadiran nyata negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesejahteraan petani.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar