Majelis Pelayanan Kegiatan Umat (MPKU) RS PKU Muhammadiyah Sugiyanto membenarkan informasi tersebut. Korban meninggal sabtu sore kemarin saat mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah.
" Enggeh (Iya) mas. Meninggal 4. Atas nama Wiji Warga Desa Bacem. Kemarin sudah dimakamkan dan kami juga sudah takjiah," kata Sugiyanto melalui sambungan telepon, Minggu (9/2).
Menurut Sugiyanto, Saat ini masih tersisa 9 korban yang menjalani perawatan. Sebanyak 3 korban harus dirujuk ke RS di Solo untuk menjalani operasi. Sementara 6 korban masih mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah.
"3 pasien akhirnya dirujuk ke luar di Solo semua pak. Moewardi 2 pasien, RSO Soeharso 1 pasien. Semua biaya perawatan nanti kami tanggung semua," ucapnya.
Pihak Rumah Sakit ikut berduka atas meninggalnya para korban. Sebagai bentuk tanggung jawab, Pihak Rumah Sakit akan memberikan beasiswa sekolah bagi anak korban.
"Kita juga ikut bersedih. Ini semua musibah, Kita juga tidak tahu. Nanti dari kami akan berikan beasiswa sekolah bagi anak-anak korban sampai SMA. Semoga kita juga diberikan kekuatan agar bisa memberi gaji kepada para korban sampai pembangunan gedung selesai," terangnya.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet mengatakan, catuhnya crane yang mengangkut 13 pekerja disebabkan adanya kerusakan pada mesin operator. Saat ini sebanyak 5 saksi sudah dimintai keterangan.
" Informasi awal yang kami dapatkan di lapangan bahwa ada kerusakan mesin lift itu karena cara penggunaan atau operasionalnya ada salah satu operator yang memencet di remote itu ada up dan down gitu. Tahu-tahu saat diatas ketinggian 13 meter lepas karena ada trouble di mesin itu," ungkapnya.
(Lis/Redaksi)
Posting Komentar