Kabarasta - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa tengah melakukan olah TKP di lokasi jatuhnya crane lift yang menewaskan 4 pekerja dan 9 lainnya luka-luka saat proses pembangunan RS PKU Muhammadiyah, Blora.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan Olah TKP lanjutan ini dilakukan untuk membongkar mesin lift crane yang menyebabkan 13 pekerja terjun bebas dari ketinggian 12 meter.
"Jadi pada olah TKP hari ini, dari Satreskrim polres Blora dibackup dari tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP lanjutan dengan agenda hari ini membongkar mesin lift crane," ucapnya di lokasi, Senin (10/2/2025).
Olah TKP lanjutan dilakukan sekitar satu jam. Sedangkan sejumlah barang yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut juga dibawa ke Polda Jateng.
"Nanti akan dibawa ke labfor Polda Jateng untuk didalami," terangnya.
Dengan dibawanya beberapa barang bukti tersebut, diharapkan dapat memperkuat penyebab insiden berdarah itu. Sebanyak 11 saksi saat ini sudah dimintai keterangan.
"Jadi belum bisa kita menentukan siapa yang salah, siapa yang bertanggungjawab. Jumlah saksi 11 orang sudah kita mintai keterangan," katanya.
Selama proses penyelidikan, pihak kepolisian tetap memasang garis polisi dan menghentikan sementara proyek pembangunan gedung yang telah berlangsung sekitar enam bulan tersebut.
"Untuk sampai saat ini proyek kami hentikan sementara, untuk memperlancar dalam proses penyelidikan," jelas dia.
Sekadar diketahui, kecelakaan kerja yang menyebabkan empat pekerja tewas dan 9 orang luka parah terjadi pada Sabtu (8/2/2025) lalu.
Para korban yang mengalami luka berat tersebut beberapa diantaranya dirujuk ke RS yang ada di Solo.
(Lis/Redaksi)
Posting Komentar