PI Pastikan Stok Pupuk Aman Memasuki Musim Tanam. Foto: Manda
Kabarasta- Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk aman memasuki musim tanam tahun ini. Masyarakat diminta tidak panik dengan isu kelangkaan pupuk.
Assisten Account Ekskutif (AAE) Pupuk Indonesia, Agus Nugroho, mengatakan hal itu tidak benar.
Menurutnya, Pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan terkait laporan kelangkaan pupuk di kalangan petani, dan harga pupuk bersubsidi yang dijual diatas HET di Kios Pupuk Lengkap (KPL).
"Saya Pastikan stok kalau ditempat distributor atau kios resmi itu aman, ada semuanya. Kelangkaan - kelangkaan yang di gembar - gemborkan itu seringnya tidak menyebutkan Desa mana, kios mana yang langka. Kadang ketika dikonfirmasi itu, petani tersebut satu, jatahnya sudah habis pingin beli lagi, yang kemudian mengatakan bahwa pupuk langka. Kedua, ternyata Ia tidak masuk dalam E-RDKK. Namun pada kenyataannya pupuk kami masih ada tersedia di PPTS maupun di Pelaku Usaha Distribusi (PUD)," Jelas Agus Jumat (28/11).
Agus menambahkan sampai saat ini, tidak pernah ada kekosongan pupuk di kios. Agus memastikan pupuk bersubsidi yang dijual di PPTS maupun PUD tidak akan berani menjual pupuk diatas HET yang telah ditentukan Pemerintah.
"Saya jamin itu diluar kios kami. Karena jika ada Kios atau PPTS kami yang menjual diatas HET langsung saya cut. Di Kecamatan Banjarejo sudah ada PPTS nakal yang kami tutup. Kami juga meminta agar disetiap penjualan ada bukti nota penjualan. Pokoknya kalau terdaftar di E-RDKK dan jatahnya masih pasti diberikan." tegas Agus.
Ia juga telah bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaaten Blora mensosialisakan tentang penggunaan pupuk organik, tentang HET sampai ke tingkat petani secara transparan.
"Jadi tidak ada yang harus ditutupi, tidak ada yang harus dilindungi, Jadi kami telah melakukan sosialisasi kepada ketua kelompok tani di tujuh Kecamatan. Kecamatan yang lain menunggu giliran," katanya.
Agus berharap kepada Kementrian agar jangan terlalu reaktif jika ada pemberitaan yang belum jelas. Jangan sampai rakyat keci seperti PPTS yang selalu menjadi bahan fitnah menjadi korban, langsung diancam dan dicoret begitu saja.
Sukiban selaku PUD Kecamatan Banjarejo juga menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak berimbang atau tidak ada konfirmasi dari pihak PPTS atau petugas yang kompeten, atau ke PPL sebagai perwakilan dilapangan dari Dinas Pertanian.
"Jadi saya selalu menegaskan kepada PPTS diwilayah kami, jangan sampai ada yang menjual diatas HET. Kalau ada yang nakal tolong segera dilaporkan. Biar PI bisa langsung bertindak tegas," ujarnya.
Menurutnya, dilapangan juga sering dijumpai ada petani yang menyodorkan KTP untuk menebus pupuk. Katanya sesuai yang disampaikan Kementan, bahwa petani bisa menebus pupuk hanya dengan menyodorkan KTP.
"Semua kan diatur. Ada alurnya. Boleh menggunakan KTP asal petani tersebut sudah masuk daftar di E-RDKK melalui kelompok tani. Kalau tidak terdaftar ya tidak dapat. Kemudian mereka terus mengatakan tebus pupuk sulit, ini yang sering terjadi," Tutup Sukiban.
(Men/Redaksi)
Kabarasta- Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk aman memasuki musim tanam tahun ini. Masyarakat diminta tidak panik dengan isu kelangkaan pupuk.
Assisten Account Ekskutif (AAE) Pupuk Indonesia, Agus Nugroho, mengatakan hal itu tidak benar.
Menurutnya, Pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan terkait laporan kelangkaan pupuk di kalangan petani, dan harga pupuk bersubsidi yang dijual diatas HET di Kios Pupuk Lengkap (KPL).
"Saya Pastikan stok kalau ditempat distributor atau kios resmi itu aman, ada semuanya. Kelangkaan - kelangkaan yang di gembar - gemborkan itu seringnya tidak menyebutkan Desa mana, kios mana yang langka. Kadang ketika dikonfirmasi itu, petani tersebut satu, jatahnya sudah habis pingin beli lagi, yang kemudian mengatakan bahwa pupuk langka. Kedua, ternyata Ia tidak masuk dalam E-RDKK. Namun pada kenyataannya pupuk kami masih ada tersedia di PPTS maupun di Pelaku Usaha Distribusi (PUD)," Jelas Agus Jumat (28/11).
Agus menambahkan sampai saat ini, tidak pernah ada kekosongan pupuk di kios. Agus memastikan pupuk bersubsidi yang dijual di PPTS maupun PUD tidak akan berani menjual pupuk diatas HET yang telah ditentukan Pemerintah.
"Saya jamin itu diluar kios kami. Karena jika ada Kios atau PPTS kami yang menjual diatas HET langsung saya cut. Di Kecamatan Banjarejo sudah ada PPTS nakal yang kami tutup. Kami juga meminta agar disetiap penjualan ada bukti nota penjualan. Pokoknya kalau terdaftar di E-RDKK dan jatahnya masih pasti diberikan." tegas Agus.
Ia juga telah bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaaten Blora mensosialisakan tentang penggunaan pupuk organik, tentang HET sampai ke tingkat petani secara transparan.
"Jadi tidak ada yang harus ditutupi, tidak ada yang harus dilindungi, Jadi kami telah melakukan sosialisasi kepada ketua kelompok tani di tujuh Kecamatan. Kecamatan yang lain menunggu giliran," katanya.
Agus berharap kepada Kementrian agar jangan terlalu reaktif jika ada pemberitaan yang belum jelas. Jangan sampai rakyat keci seperti PPTS yang selalu menjadi bahan fitnah menjadi korban, langsung diancam dan dicoret begitu saja.
Sukiban selaku PUD Kecamatan Banjarejo juga menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak berimbang atau tidak ada konfirmasi dari pihak PPTS atau petugas yang kompeten, atau ke PPL sebagai perwakilan dilapangan dari Dinas Pertanian.
"Jadi saya selalu menegaskan kepada PPTS diwilayah kami, jangan sampai ada yang menjual diatas HET. Kalau ada yang nakal tolong segera dilaporkan. Biar PI bisa langsung bertindak tegas," ujarnya.
Menurutnya, dilapangan juga sering dijumpai ada petani yang menyodorkan KTP untuk menebus pupuk. Katanya sesuai yang disampaikan Kementan, bahwa petani bisa menebus pupuk hanya dengan menyodorkan KTP.
"Semua kan diatur. Ada alurnya. Boleh menggunakan KTP asal petani tersebut sudah masuk daftar di E-RDKK melalui kelompok tani. Kalau tidak terdaftar ya tidak dapat. Kemudian mereka terus mengatakan tebus pupuk sulit, ini yang sering terjadi," Tutup Sukiban.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar