Kabarasta - Sebanyak seratus pengayuh becak di Blora Jawa tengah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan diberikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (28/12).
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan menyampaikan bahwa bantuan becak listrik ini diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat, khususnya para pengemudi becak, sekaligus menjadi sarana transportasi ramah lingkungan yang mendukung upaya pengurangan polusi. Ia berpesan agar bantuan becak listrik dapat dijaga dan tidak diperjualbelikan.
" Pesan saya tolong jaga amanah bantuan ini dengan baik. Jangan digadaiakan, jangan dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Ini diberikan untuk membantu bapak-bapak semua agar bisa mudah dalam bekerja," ucapnya.
Menurutnya, Bantuan becak ini diberikan bagi mereka pengayuh becak berusia lebih dari 55 tahun. Sampai saat ini sudah ada 7 ribu lebih becak listrik yang dibagikan di sejumlah daerah.
" Ini kita berika bagi yang usia lanjut diatas 55 tahun. Karena Pak Prabowo tahun pekerjaan mereka sangat berat diusia yang tua. Hari ini di Blora ada 100 kita bagikan, kalau jumlah keseluruhan ada 7 ribu lebih yang kita bagikan," paparnya.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atas bantuan 100 becak listrik ini. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak,” ujarnya.
Budhe Rini menegaskan bahwa becak listrik ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana utama bagi para pengayuh becak dalam mencari nafkah. Kehadiran becak listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja, menjaga kesehatan, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan penerima bantuan.
Suwito salah satu pengayuh becak mengaku senang mendapat bantuan becak listrik. Di usianya yang sudah 60 tahun, ia terkadang merasa sudah tidak kuat untuk mengayuh becak.
" Ya sangat membantu sekali mas. Apalagi dengan usia saya yang lebih 60 tahun. Kalau naik 50 meter aja sudah tidak kuat. Kalau inikan tinggal digas, lebih enak," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Blora juga menyalurkan 100 paket sembako kepada para pengayuh becak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan tambahan.
Acara tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Blora serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Blora. Usai penyerahan bantuan, para tamu undangan menaiki becak listrik dan berkeliling, sebagai bentuk dukungan serta uji coba langsung operasional becak listrik di wilayah perkotaan.
(Men/Redaksi)
Posting Komentar