Bantu Petani, BBWS Pemali Juana dan DPUPR Aliri Lahan Pertanian Seluas 10 Hektar

Bantu Petani, BBWS Pemali Juana dan DPUPR Aliri Lahan Pertanian Seluas 10 Hektar. Foto: Manda


Kabarasta- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Blora membantu melakukan pengairan di lahan pertanian jagung yang mulai mengering di Kelurahan Mlangsen, Sabtu(8/8). Pengairan dilakukan dengan memompa air dari sungai lusi sepanjang 500 meter. Air lalu dialirkan melalui pipa bawah tanah ke lahan pertanian warga.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat mengatakan, Pengairan lahan akan dilakukan di area seluas 10 hektar sekitar wilayah sungai gabus yang mulai mengering.

"Air sungai lusi berhasil kita pompa terus kita alirkan di lahan-lahan persawahan ini di daerah sungai gabus yang kemarin diberitakan kekeringan dan ini bentuk nyata pemerintah dalam memastikan musim tanam berupa palawijo ini berjalan dengan baik," kata Surat

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang langsung merespon dan membantu petani dalam mengatasi musim kemarau tahun ini.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Pak Mentri PU dan juga Dirjen SDA, dan juga kepala BBWS Pemali Juana di semarang yang telah punya peran penting memastikan irigasi di musim kemarau ini tetap berjalan meski melalui sistem pemompaan," lanjutnya.

Surat mengaku selain di wilayah aliran sungai gabus, pengairan juga akan dilakukan di beberapa lahan pertanian lain yang berada di sekitar aliran sungai.

" Untuk petani lain yang memang nanti terdampak kekeringan selama memang nanti di air sungai itu masih memungkinkan untuk dinaikan kami nanti siap memfasilitasi alat pompa airnya berkolaborasi dengan BBWS Pemali Juana kami berikan secara gratis," ungkapnya.

Sementara itu salah satu petani, Ami Priyono merasa terbantu dengan adanya bantuan pengairan ini.

"Sangat membantu sekali untuk pelaksanaan tanam jagung ini. Kalau petani disini cari airnya yang di sumur-sumur yang masih ada airnya itu, tapi sekarang sudah mulai menipis dan mengering," katanya.

Menurutnya, Lahan pertanian jagung di wilayah ini seluas hampir 10 hektar. Saat ini petani hanya memanfaatkan air dari sumur yang mulai menipis.

" Ya di sumur-sumur itu carinya. Disini ya sekitar 10 hektar yang mulai tanam jagung dan kacang hijau," jelasnya.


(Men/Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama